adiwarok@yahoo.com Pemberian bunga simbol Romantisme dalam hubungan,Hubungan antara adik kakak,antar sahabat dekat,Hubungan antara anak dengan orang tua (ibu) terlebih antar kekasih atau pasangan (yg belum sah) dan kekasih yang halal (suami isteri).
saking sudah trendnya dan mengiyakan statement tersebut orang orang (para pasangan) sering melakukan "Ritual " pemberian bunga kepada pasangannya dalam event2 special maupun moment moment yang dianggap berkesan dan bersejarah dalam hidupnya.
Pages
semua orang adalah guru dan semua tempat adalah sekolah
Tampilkan postingan dengan label random. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label random. Tampilkan semua postingan
Kamis, 08 Desember 2011
Bunga simbol Romantisme (kekasih halal)
Diposting oleh
Hdye
di
03.56
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
random
Jumat, 10 Juni 2011
Long Distance Love....!
TERNYATA ONG ING ENG....!
Hidup terpisah dari pasangan karena tuntutan profesi atau tugas belajar memang tidak mudah. Beberapa masalah khas bisa muncul namun harus tetap disyukuril. Dengan kelapangan hati dan komitmen bersama, jarak tak perlu jadi kendala. Tinggal berjauhan dengan isteri namun tetap “bersama” bisa diciptakan kok. Tentu ada triknya.these my inspired...!
Yang tinggal dan ditinggal. Ada perbedaan dasar masalah yang dihadapi oleh suami (seperti saya nih..he he he) yang harus meninggalkan keluarga untuk bekerja di kota atau negara lain, dan istri yang menunggu di rumah atau sebaliknya.
# Bila Anda yang pergi.
Plus: Mendapat pengalaman dan suasana baru, bertemu orang baru dengan adat yang heterogen,ada kebebasan terbatas dan tantangan baru.
Minus: Selalu diserbu rasa rindu terhadap pasangan, anak (tapi q msh dalam thp pemograman xixii) dan seluruh keluarga. Anda harus siap menghadapi peralihan emosi,antara semangat tinggi menghadapi berbagai hal baru dan rasa rindu yang dalam.
# Bila pasangan Anda yang pergi.
Kondisi: Anda bersama anak dan seluruh anggota keluarga harus menyesuaikan diri terhadap situasi tanpa kehadiran suami/istri yang memiliki peran masing-masing. Seandainya Anda ibu, berarti Anda harus menjalankan tugas yang biasanya dijalankan suami, begitu juga sebaliknya. Yang tidak berbeda adalah perjuangan mengatasi rasa rindu pada pasangan. Anda juga harus menjaga stabilitas emosi dan rasa aman di rumah, terutama agar anak tetap merasa aman dan nyaman meski saat ini Anda sendiri.
Lancar meski jauh.
Hidup terpisah dari pasangan karena tuntutan profesi atau tugas belajar memang tidak mudah. Beberapa masalah khas bisa muncul namun harus tetap disyukuril. Dengan kelapangan hati dan komitmen bersama, jarak tak perlu jadi kendala. Tinggal berjauhan dengan isteri namun tetap “bersama” bisa diciptakan kok. Tentu ada triknya.these my inspired...!
Yang tinggal dan ditinggal. Ada perbedaan dasar masalah yang dihadapi oleh suami (seperti saya nih..he he he) yang harus meninggalkan keluarga untuk bekerja di kota atau negara lain, dan istri yang menunggu di rumah atau sebaliknya.
# Bila Anda yang pergi.
Plus: Mendapat pengalaman dan suasana baru, bertemu orang baru dengan adat yang heterogen,ada kebebasan terbatas dan tantangan baru.
Minus: Selalu diserbu rasa rindu terhadap pasangan, anak (tapi q msh dalam thp pemograman xixii) dan seluruh keluarga. Anda harus siap menghadapi peralihan emosi,antara semangat tinggi menghadapi berbagai hal baru dan rasa rindu yang dalam.
# Bila pasangan Anda yang pergi.
Kondisi: Anda bersama anak dan seluruh anggota keluarga harus menyesuaikan diri terhadap situasi tanpa kehadiran suami/istri yang memiliki peran masing-masing. Seandainya Anda ibu, berarti Anda harus menjalankan tugas yang biasanya dijalankan suami, begitu juga sebaliknya. Yang tidak berbeda adalah perjuangan mengatasi rasa rindu pada pasangan. Anda juga harus menjaga stabilitas emosi dan rasa aman di rumah, terutama agar anak tetap merasa aman dan nyaman meski saat ini Anda sendiri.
- Usahakan tetap merasa "bersama." Menurut para pakar perkawinan, meski tidak ada di tempat yang sama secara fisik, pasangan suami-isteri yang tinggal berjauhan harus tetap merasa “bersama” yang bisa terjadi bila komunikasi lancar. Dalam berbagai kesempatan berkomunikasi, ungkapan perasaan-perasaan Anda, seperti rindu, kehilangan atau rasa senang saat sedang berkomunikasi. Penting pula saling memberi dukungan dan menguatkan. Beri keyakinan, Anda berdua saling membutuhkan.
- Upayakan selalu bekomunikasi dengan bebagai cara, memanfaatkan kemajuan teknologi, seperti sms/mms, email, chatting plus webcam. Buat juga catatan harian yang bisa diikuti pasangan. Misalnya, menyusun blog atau scrapbook konvensional yang merekam keseharian Anda bersama anak.
- Waspadai antiklimaks pertemuan kembali. Tak jarang rasa rindu yang menggebu membuat pasangan suami isteri memasang harapan yang terlalu tinggi, dan kemudian tidak jarang harapan itu tak terwujud saat berkumpul kembali di rumah. Tentu situasi ini membuat frustasi. Cara terbaik mengantisipasinya adalah membicarakan apa yang Anda dan pasangan bayangkan saat kepulangannya.
Diposting oleh
Hdye
di
05.19
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
random
TIME IS MONEY
THANKS A LOT
Spirit Reader
Mengenai Saya
- Hdye
- sweet city, Borneo
- Mr Hdye An English Teacher of State Islamic Senior High School
write Here !
add me please !
Blog Archive
Labels
- ceritaku (1)
- hikmah belajar (3)
- pendidikan (5)
- random (2)
